Review Jurnal
UNS Green Campus
K1219020 Arista Yopi Adhitya Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia http://bastind.fkip.uns.ac.id/
Fakultas https://fkip.uns.ac.id
Kemajuan teknologi
dan industri pada era globalisasi pada saat ini banyak menimbulkan berbagai
dampak bagi lingkungan.Seiring dengan berkembangnya zaman, manusia terus
menerus melakukan dan memikirkan sebuah inovasi-inovasi baru yang bermanfaat
untuk dirinya. Namun inovasi-inovasi ini dapat berdampak pada lingkungan
disekitarnya (https://uns.ac.id/id/uns-berkarya/testa-tempat-sampah-tepat-guna.html ).
Dampak tesebut dapat berupa dampak positif maupun dampak negatif. Berbagai hal
yang terapkan pada era ini banyak menunjukkan dampak merusak lingkungan.
Berbagai permasalahan lingkungan seperti pengelolaan sampah, pencemaran udara,
penggunaan energi tidak ramah lingkungan, pencemaran air, dan penebangan pohon
secara tidak bijak menjadi suatu hal yang serius dan penting untuk dibahas
secara mendalam.
Dengan berbagai
permasalahan lingkungan yang semakin nyata memberikan dampak bagi lingkungan
hidup, berbagai pihak sudah mulai mengambil tindakan untuk menyelamatkan
lingkungan. Baik pemerintah, lembaga swadaya, pihak swasta, organisasi,
masyarakat, bahkan instansi pendidikan juga sudah mulai menerapkan berbagai hal
sebagai upaya untuk menyelamatkan lingkungan. Universitas Sebelas Maret
(UNS) Surakarta adalah salah satu contoh perguruan tinggi yang ikut
andil dalam menjaga lingkungan ( https://uns.ac.id/id/uns-opinion/uns-green-campus-dan-semangat-peduli-lingkungan-civitas-academica-uns.html ).
Langkah Universitas Sebelas Maret (UNS) sebagai upaya menyelamatkan lingkungan
yaitu adanya Green Campus. ( https://uns.ac.id/id/uns-opinion/uns-green-campus-dan-semangat-peduli-lingkungan-civitas-academica-uns.html ). Program Green
Campus meliputi berbagai rencana dan tindakan seperti program no-plastic
campus, bus elektrik, tempat sampah tepat guna, dan solar charger .
Adanya kebijakan Universitas Sebelas Maret (UNS) berupa Green Campus menjadi
suatu hal atau topik yang penting untuk dibahas secara mendalam, mengingat
kondisi penyelamatan lingkungan yang merupakan suatu hal yang serius untuk
dilakukan.
Tujuan artikel
ilmiah ini yaitu untuk mengetahui keefektivan program Green Campus pada
Universitas Sebelas Maret (UNS) terhadap upaya penyelamatan lingkungan.
Lingkungan dan
segala aspek yang ada di dalamnya merupakan suatu hal yang sangat penting untuk
dirawat dan dijaga karena dapat berdampak secara langsung terhadap kehidupan
makhluk hidup yang ada didalamnya. Seiring berjalannya waktu, dengan adanya
kemajuan di berbagai bidang seperti industri dan teknologi pada era globalisasi
ini,scara langsung dan tidak langsung menimbulkan berbagai dampak terhadap
lingkungan, baik dampak positif maupun dampak negatif. Berbagai pihak sudah
mulai sadar dan bergerak untuk menyelamatkan lingkungan. Pemerintah,
masyarakat, lembaga swasta, organisasi, dan bahkan instansi pendidikan juga
sudah mulai melaksanakan berbagai kebijakan dalam rangka menyelamatkan
lingkungan. Salah satu instansi pendidikan yang sudah mulai bergerak dalam hal
penyelamatan lingkungan yaitu Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan kebijakan Green
Campus yang ada. Universitas Sebelas Maret (UNS) secara serius
melaksanakan kebijakan Green Campus dengan melaksanakan
berbagai program seperti no-plastic campus, bus elektrik, tempat
sampah tepat guna, dan solar charger . Selain itu, ada
berbagai tindakan lain seperti luasnya ruang terbuka hijau (RTH) pada kawasan
UNS, Danau UNS yang digunakan untuk sanitasi kampus, adanya bus kampus sebagai
upaya untuk mengurangi penggunaan kendaraan motor pribadi, serta UNS juga telah
menerapkan pembangunan sesuai standar Green Campus dengan
pembangunan jalan menggunakan paving dan penerangan menggunakan lampu LEhtml ( https://uns.ac.id/id/uns-opinion/uns-green-campus-dan-semangat-peduli-lingkungan-civitas-academica-uns.html ).
Program yang ada
seperti no-plastic campus sudah mulai diterapkan dengan
menerapkan berbagai kebijakan seperti pembawaan tumblr atau
botol air minum sendiri dan penyediaan tempat sampah anorganik dan organik
secara terpisah. Namun, jumlah penggunaan plastik pada lingkungan UNS bisa
dikatakan masih banyak. Sampai saat ini mungkin banyak yang belum menyadari
bahwa penggunaan plastik sangat berpengaruh terhadap lingkungan. Dapat dilihat
di tempat-tempat pembuangan sampah yang ada di UNS (yang sudah dibedakan
menjadi tempat sampah organik dan anorganik) sampah plastiklah yang
mendominasi. Bahkan tak jarang masih ada beberapa yang memasukkan sampah
berbahan dasar plastik ke dalam tempat sampah organik saking banyaknya sampah
plastik maupun kelalaian pengguna sendiri. (https://uns.ac.id/id/uns-berkarya/green-campus-no-plastic-campus.html ).
Sampah menjadi
suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan sehari-hari. Sampah dapat
berupa organik atau sampah yang dapat mudah membusuk dan sampah anorganik atau
sampah yang tidak mudah membusuk dan teruraikan. Pengelolaan sampah menjadi
suatu hal yang sangat krusial bagi lingkungan. Dibutuhkan sebuah inovasi yang
tepat dalam mengelola sampah. UNS sebagai Green Campus juga
melakukan inovasi berupa tempat sampah tepat guna. Sebagai contoh di lingkungan
Fakultas Teknik (FT), telah dibangun sebuah Unit Komposting. Kemudian di
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ada Unit Pengelolaan Limbah, serta
UNS juga telah memberikan fasilitas tempat sampah yang tersebar di seluruh
fakultas dan juga tersebar di beberapa titik sepanjang area pejalan kaki.
Tempat sampah ini terbagai menjadi dua jenis. Yaitu untuk sampah organik dan
sampah anorganik. ( https://uns.ac.id/id/uns-berkarya/testa-tempat-sampah-tepat-guna.html).
Dalam hal
transportasi, UNS juga melakukan terobosan ramah lingkungan berupa bus elektrik
yang menggunakan sumber energi berupa energi listrik. Terealisasinya peluncuran
bis listrik ini tidak lepas dari peran Tim Peneliti UNS yang di pimpin oleh
Prof. Kuncoro Diharjo bersama dengan P2K-Telimek LIPI Bandung, PT. INKA Madiun,
serta CV Intek Unsindo Karanganyar. ( https://uns.ac.id/id/uns-update/bus-elektrik-wujud-komitmen-uns-sebagai-green-campus.html ).
“UNS telah sukses
membuat satu mobil listrik. Nanti kedepan bisa kita kembangkan lebih jauh.
Kemenristekdikti mendorong semua upaya yang mengarah pada kebersihan udara yang
ada di Indonesia,” tutur Mohamad Nasir.
Bus yang
berkapasitas delapan belas penumpang ini mampu menempuh jarak enam puluh
kilometer dengan waktu pengisian baterai sekitar enam jam. Bus elektrik ini
akan membantu melayani para civitas akademika dari pukul 6 pagi hingga 6 sore.
Dengan adanya bus elektrik ini, menjad sebuah langkah awal UNS ramah
lingkungan. Diharapkan dengan hadirnya bus elektrik ini, dapat memudahkan para
civitas akademika dalam melakukan mobilsasi di lingkungan UNS sehingga dapat
membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi baik motor maupun mobil ( https://uns.ac.id/id/uns-update/bus-elektrik-wujud-komitmen-uns-sebagai-green-campus.html ).
Suatu langkah dari
program green campus yang patut diterapkan yaitu solar charger. Pada
masa ini, penggunaan handphone berupa smartphone sangat umum digunakan, bahkan
dapat dikatakan hampir semua orang menggunakannya. Apalagi bagi seluruh warga
UNS yang meliputi mahasiswa yang dapat dikatakan seluruhnya menggunakan
smartphone. Dari hal ini, penggunaan daya atau energi haruslah juga ramah
lingkungan. Energi yang paling memungkinkan digunakan di area kampus untuk
mendukung terwujudnya UNS Green Campus adalah energi dari tenaga surya.
Rendahnya pemanfaatan sumber-sumber energi terbarukan dapat dilihat dari
minimnya fasilitas publik yang mengarah ke isu lingkungan terutama pada poin
energi terbarukan. Jika dikatkan dengan poin tentang penggunaan smartphone,
maka energi dari tenaga surya atau solar energi sangat cocok jika diaplikasikan
dengan permasalahan yang ada di kampus, yaitu pembuatan solar charger. ( https://uns.ac.id/id/uns-berkarya/solar-charger-sebagai-fasilitas-publik.html).
Berbagai hal dilakukan
oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) dan berbagai prestasi juga telah diraih
seiring dengan upaya penyelamatan lingkungan tersebut. Tahun 2018, UNS
menempati peringkat 7 UI GreenMetric The Most Sustainable Campus in Indonesia.
UI GreenMetric adalah salah satu program dari Universitas Indonesia. UI
GreenMetric menilai universitas berdasarkan komitmen dan tindakan universitas
terhadap penghijauan dan keberlanjutan lingkungan. Metode penilaiannya adalah
berdasarkan 6 kriteria, yakni setting and infrasctructure, energy and climate
change, waste, water, transportation, dan education ( https://uns.ac.id/id/uns-opinion/uns-green-campus-dan-semangat-peduli-lingkungan-civitas-academica-uns.html ).
Dengan misi
mengajak mahasiswa berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan, tim Green
Campus Universitas Sebelas Maret mengadakan lomba mahasiswa tingkat universitas
dengan tema Mewujudkan Kampus UNS ramah lingkungan untuk menggali ide-ide
mahasiswa dalam bidang lingkungan ( https://uns.ac.id/id/uns-opinion/uns-green-campus-dan-semangat-peduli-lingkungan-civitas-academica-uns.html ). Lomba diadakan dalam tiga
kategori yaitu karsa cipta lingkungan, penerapan teknologi tepat guna sederhana
dan gagasan tertulis ( https://uns.ac.id/id/uns-opinion/uns-green-campus-dan-semangat-peduli-lingkungan-civitas-academica-uns.html ). Salah satu pemenang dalam lomba
ini adalah tim yang diketuai oleh Uly Wulan Apriani yang mendapat juara 3 dalam
kategori karsa cipta lingkungan dengan gerakan Trashmovement.Trashmovement
merupakan gerakan peduli lingkungan yang bergerak dalam mengatasi masalah
sampah plastik ( https://uns.ac.id/id/uns-opinion/uns-green-campus-dan-semangat-peduli-lingkungan-civitas-academica-uns.html ). Sampah telah menjadi
permasalahan yang mendapat perhatian global dalam beberapa tahun ini ( https://uns.ac.id/id/uns-opinion/uns-green-campus-dan-semangat-peduli-lingkungan-civitas-academica-uns.html ). Pada 2015 lalu, jurnal Science mengungkap sebuah
penelitian bahwa Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik terbesar
kedua di dunia ( https://uns.ac.id/id/uns-opinion/uns-green-campus-dan-semangat-peduli-lingkungan-civitas-academica-uns.html ). Melalui wawancara
dengan kompas.com, Sekretaris Ditjen Cipta Karya Rina Agustin mengungkapkan, “Masalah sampah adalah masalah
perilaku, karenanya diperlukannya perubahan perilaku masyarakat untuk disiplin
membuang sampah pada tempatnya.”
Trashmovement mengkampanyekan
penanganan masalah sampah dalam 3 gerakan yaitu: Trashless gerakan untuk mengurangi
pemakaian plastik dengan membawa tas belanja, botol minum dan tempat makan saat
bepergian. Yang kedua Growingtrash gerakan mengkreasikan sampah
plastik sehingga dapat dipakai lagi. Yang ketiga Trashtalk diskusi tentang green and zero
waste life di media sosial atau diskusi publik ( https://uns.ac.id/id/uns-opinion/uns-green-campus-dan-semangat-peduli-lingkungan-civitas-academica-uns.html ).
Banyak hal telah
dilakukan demi terwujudnya green campus, namun keefektivannya perlu
dilihat karena melibatkan seluruh mahasiswa dam civitas akademika. Namun hal
tersebut belum cukup memberikan kontribusi besar terhadap lingkungan di UNS.
Masih banyak tindakan-tindakan tidak bertanggung jawab dari civitas UNS yang
belum mencerminkan “Green Campus” itu sendiri. ( https://uns.ac.id/id/uns-berkarya/green-campus-no-plastic-campus.html ).
Dengan melihat
berbagai fakta dan observasi, keefektivan program Green Campus Universitas
Sebelas Maret (UNS) terhadap upaya penyelamatan lingkungan dapat dikatakan
belum efektif karena belum seluruh mahasiswa dan civitas akademika sadar dan
bertindak dalam program-program tersebut.
Komentar
Posting Komentar